♥welcome♥

LITTLE MONSTER HOME

I lost half of my mind

She changed my live. She is the best woman, she is taught me anything very important for me.
yes, She is my grandma 

Dia adalah ibu dari ayahku, lebih tepatnya dia nenek saya.
Namanya ibu Nurjannah, istri dari Let.Kol. S.Muhammad.
Anak pertama mereka adalah Dokter Muhammad Akbar.
Yup, itu Ayah saya. Anak pertama dari 6 bersaudara.


Memang setelah pulang dari Jepang pada tahun 2000 aku tidak lah dekat dengan nenek.
Seperti layaknya seorang nenek yang jauh dari cucunya. Ketemu sungkem pulang.
Tidak ada yang istemewa dari nenek ini, tapi setelah lulu SMP dunia telah berubah.


Juni 2009, alhamdulillah bisa lulus dari SMP Nusantara, sekolah yang kutempuh 3 tahun.
Setelah itu pencarian SMA.

Pertama-tama aku mendaftar di SMADAMA (SMA 2 Malino), sekolahnya kakak pertamaku.
sayang aku tak lulus. Setelah itu JUBEL (SMAN 17 Makassar) sekolah kakak keduaku, aku juga tak lulus.
Sempat aku putus asa dan ingin LETJEN (lewat jendela) untuk masuk di Jubel. Tapi, Nenek melarangku.

Jadi aku masuk di SMAN 2 Makassar, sekolah yang tak jauh dari rumah nenekku. Tidak sampai 1 km untuk jalan kaki dari smada ke sekolah. Dengan berat hati pun, aku masuk di smada. 


Tanggal 6 Juli 2009, pertama kali ku untuk masuk di Sekolah Menengah Atas. Ku jalani dengan penuh keterpaksaan karena aku sangat ingin masuk jubel. Setiap hari aku mengeluh sama nenek, karena aku benci sekolah baruku.

Aku tinggal di kompleks perwira jalan Mappaodang blok H 43 lama. Rumah kakek dan nenek yang sangat sederhana. Sayangnya kakek sudah meninggal saat tanggal 25 Desember 2008 lalu.
Aku tidur di kamar Om Agung yang sedang di Jakarta. Setiap pergi sekolah aku jalan kaki, nenek menyiapkan bekal di pagi hari. Dan setiap sore selalu menyiapkan makanan apa yang aku inginkan.


Dia selalu memanggilku dengan panggilan "Putri Cantik". Dia selalu memanjakan ku karena dia tau aku benci sekolah di SMA 2. Tetapi dia selalu memberitahu ku bahwa apapun harus di syukuri.


"Putri sekolah di SMA 2 karena Tuhan punya jalan lain. Memang berat awalnya, tapi lama-lama kebiasaan ji itu" kata nenek. Aku pun tak mau kecewain nenek, jadi setiap pulang sekolah aku hanya tersenyum dan bercerita apa yang aku rasakan.


Pernah suatu ketika sedang berbincang-bincang dengan ayah, tante anna, dan nenek, Ayah berkata "Nenek, pintar ji putri kah? na bodo" ji itu!"
Nenek pun menjawab "aih nda tau mi itu"
Tante Anna "aiih bodo ji itu putri, mana bisa jadi ranking 1"
Putri"aiiih kalo ranking 1 ka belikan ka laptop nah nenek!"
Nenek "OKE! ka bodo-bodo ji haha nda mungkin ranking 1"


Percakapan bodoh itu akhirnya kubuktikan saat aku meraih ranking 3 umum. Saat itu Om Ampang yang mengambilkan rapor sangat bangga kepadaku. Nenek pun tak meragukan kepintaraanku dan memberikan uang 7 juta kepadaku.


"nenek cuma punya uang 7 juta nak. Jadi beli mi saja laptop pake ini ne. Nenek nda mau utang sama siapapun soalnya" Nenek pun menepati janjinya.


Pada Awal semester 2, aku tidur bersama nenek, Karena penghuni kamarku sebelumnya telah datang dari Jakarta. Itu yang membuatku sangat dekat dengan nenek sampai di akhir hayatnya.

Tahun berganti tahun aku pun mulai naik kelas 2. Aku mulai senang dengan kehidupan SMA ku, tanpa beban, nenek pun selalu memanjakan ku. Dan aku selalu menjadi contoh adik-adik sepupuku yang serumah denganku. Saat aku lulus lomba AHMBS nenek sangat senang, dan mendoakan ku. Nenek pun selalu cerita di tetangga dan keluarganya tentangku.


Pernah setelah sholat aku sedang bercermin saat memakai kudung. Lalu nenek bilang "Cantikmu, pake jilbab nak." Aku pun selalu berpikir kapan aku pake jilbab? Aku selalu bilang aku tak mau langkahin ibu. Jadi nenek bilang "nanti pake jilbab kalo mama sudah pake, kan nda bagus langkahi orangtua"
Mulai saat itu aku berniat akan memakai jilbab apabila ibu sudah make jilbab.


Dan pada akhirnya datanglah Ramadhan 2010..


Aku yang libur tanggal 9-22 Agustus menandakan aku harus pulang ke rumah ayah dan ibu. alias meninggalkan rumah nenek selama 2 minggu.


Sesuai dengan perjanjian aku nginap di nenek setiap Senin-Kamis dan pulang Jumat-Minggu dan juga hari libur.


Tanggal 11 hari pertama puasa kujalani dengan biasa, aku selalu berhayal makan apa nanti sahur di rumah nenek? Ramadhan ke dua yang akan ku lalui bersama nenek. 


Dan pada tanggal 13 Agustus. Itu adalah HARI TERAKHIR ku bertemu dengan nenek. Aku hanya mengantar rantang dan mengambil buku yang ketinggalan di nenek. Hanya 15 menit karna mau masuk sholat tarwih. Aku pun mencium tangannya terakhir kali tanpa merasa bahwa dia akan pergi selamanya.


Pada tanggal 22 Agustus nenek katanya sakit keras, saat jam 7 ayah mengajakku ikut dengannya ke rumah nenek untuk menegoknya. Tapi karna aku sedang sakit perut, aku pun bilang akan nyusul dengan ibu.
Sekitar jam setengah 10 aku sudah merasa tidak enak, dan aku pun menangis setelah mendengar telpon dari ayah bahwa NENEK SUDAH PERGI.

Aku pun bilang pada diriku, aku lagi mimpi! nggak mau! Gak rela!
Sampe dirumah nenek aku melihat nenek sudah tak bernyawa lagi. 
Aku kehilangan orang yang sangat berarti di dalam hidupku.

aku menyesal tidak ikut bersama ayah. Aku bodoh.
Aku tak berhenti menangis, aku sedih, aku gak mau. aku gak bisa hidup tanpa nenek/

Pernah saat di Jakarta aku bercerita sama Tante Ila, dia bertanya padaku.
"apa jadinya kalo nenek sudah tidak ada?" aku menjawab "aku tak tau, mungkin aku gak bisa hidup"

Dan sekarang sudah terjadi, aku tak tau mau ngapain tanpa nenek.
Tetangga pun bertanya "kamu yang bernama putri?" Aku bertanya "kenapa?"
 Tetangga "nenek cerita tentang kau dan mencari sampe dia meninggal"

Aku menyesal, karena sampai akhir hayatnya nenek mencariku, tetapi aku tak datang.
Padahal besok baru jadwal pulangku, kenapa nenek tidak menunggu ku?

Rasa bersalah dan menyesal masih melekat hingga sekarang. Aku terlalu menyayanginya.
Maafkan aku Tuhan. 


Nenek maafkan aku, aku belum bisa jadi anak yang sholeha. Aku belum bisa bertemu nenek walau nenek mencariku di detik-detik terakhir nenek. Maaf nenek aku masih menangis dan masih sedih atas kepergiaanmu,
Nenek aku sayang padamu, sangat sayang. Nenek Maaf. Aku masih terpukul atas kepergiaan nenek.

Aku sayang nenek :'( 

Nenek, semoga tenang di alam sana. Doakan saya menjadi anak yang sholeha dan bisa menyusulmu di surga

Karena kuyakin nenek orang yang baik dan tulus, pasti akan di sayang Allah.
Selamat jalan nenek, semoga bisa bertemu kakek di sana
Aku sayang nenek :'(

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Real Estate © 2010 Template design by Justinwoodie.com. Powered by Blogger.